Minggu, 18 Oktober 2009

Cerita Sahabat Muslim


Abu Muslim Al-Khaulani yang Kagak mempan Dibakar Api

            Abu Muslim itu adalah nama panggilan dari Abdullah bin Tsaub, beliau ini asalnya dari Yaman, dan terhitunf tabi’in alias pengikut sahabat Nabi. Sebetulnya sih, waktu Nabi Muhammad SAW masih hidup, da’wah Islam kan udah sampe di negri Yaman. Nah, tanpa ketemu sama Nabi Muhammad SAWpun, dia menyatakan dirinya beriman dan masuk Islam.
            Setelah Nabi wafat, banyak yang ngaku-ngaku jadi Nabi, salah satunya bernama Aswad bin Qais al Ansi. Suatu hari, Abu Muslim ditangkap dan diintrogasi oleh Aswad.
            “Kamu mau bersaksi nggak, kalo aku ini adalah Rasul Allah?”
            “nggak denger,” jawab Abu Muslim kalem.
            “Apa kamu bersaksi kalo Muhammad itu utusan Allah?”
            “Ya, tentu,” jawab Abu Muslim mantep.
            Aswad lansung dongkol. Dia Tanya lagi, dan dijawab Abu Muslim dengan jawaban yang sama. Akhirnya, Aswad kalap, dan menyuruh anak buahnya membuat kobaran api. Abu Muslim dilempar ke sana.
            Ajaibnya, Abu Muslim tak terbakar sama sekali. Sampai bara habis, tak secuilpun tubuh Abu Muslim tersentuh oleh api. Aswad ketakutan. Sambil berjalan tenang, Abu Muslim melangkah keluar dari onggokan bara api. Giliran beliau sekarang yang berkata kepada Aswad,
            “Kamu pergilah dari sini! Kalo ngga, teman-teman saya akan membunuh kamu!”
            Tanpa banyak bicara, buru-buru Aswad ngacir sambil ketakutan.
            Nah, habis kejadian itu, Abu Muslim pergi ke Madinah. Waktu itu, Abu Bakar udah jadi khalifah. Abu Muslim masuk ke masjid dan shalat. Umar bin Khattab, sahabat senior Nabi, melihat kedatangannya. Dengan feelingnya yang tajam, Umar melihat ada sesuatu yang istimewa dari orang yang baru datang itu. Maka, buru-buru dia samperin Abu Muslim dan bertanya,
            “Darimana kamu datang?”
            “Dari Yaman,” jawab Abu Muslim.
            “Wah, mungkin mungkin kamu yang dibakar hidup-hidup sama si nabi palsu itu, ya?
            Ya, tentu saja kabar ajaib itu dengan cepatnya merebak ke seantero tanah arab. Kalo saya jadi Abu Muslim, ditanya begitu mungkin saya malah senyam-senyum sambil berdehem dulu sebelum menjawab, karena bangga dan seneng berkumpul jado satu. Tapi, hal itu nggak berlaku sama Abu Muslim. Dasar orangnya rendah hati, Abu Muslim malah mengelak dengan halus.
            “Oh, saya piker anda keliru, amirul mukminin,” jawab Abu Muslim, “setahu saya, dia itu adalah Abdullah bin Tsaub.”
            Tentu saja Abu Muslim nggak bohong, karena memang itulah nama aslinya. Cuma, feeling Umar juga nggak bisa dikibuli. Kini, ia mendesak, “Semoga Allah memuliakan kamu. Dia itu, ya kamu juga kan?”
            Di cecar kayak gitu, akhirnya Abu Muslim nggak bisa mungkir lagi. Sambil menunduk, ia menjawab,”Ya.”
            Mendengar jawaban itu, Umar langsung memeluk Abu Muslim sambil menangis. Dibawanya Abu Muslim menghadap Abu Bakar, sambil berkata,
            “Segala puji bagi Allah SWT yang belum mewafatkanku, sehingga aku diperlihatkan dari ummat Muhammad SAW yang diselamatkan dari api, sebagaimana yang terjadi pada Ibrahim AS.”
            Kisah ini saya ambil dari buku Percikan IIahi yang ditulis oleh Prof. Musthafa Muhammad Ath Thair, hasil rujukan dari buku Remaja Bau Sorga ditulis oleh Teguh Iman Perdana. Satu hal yang berkesan buat saya dari cerita di atas adalah sikap rendah hatinya Abu Muslim, ini yang biasanya susah kita lakukan, apalagi saat nama kita menjadi buah bibir dimana-mana, tapi Abu Muslim bisa buktikan kalo hal itu nggak ngaruh bagi dirinya. Persoalan dia nggak bisa dibakar oleh api, itu bukan perkara sepele atau enteng. Bahkan hal itu adalah mukjizat seorang Nabi sekaliber Ibrahim as. Tapi waktu ditanya Umar, beliau malah mengelak dengan halus.
            Jadi, lok  kita mau meneladani sikap Abu Muslim, sikap rendah hatinya itu yang oke banget untuk ditiru, apalagi buat kamu-kamu yang mempunyai potensi jadi buah bibir banyak orang. Ya, bisa jadi karena prestasi-prestasi kamu, karya-karya kamu dan hal yang lainnya. Tapi jangan lupa, disaat itulah kita bakal dihantam oleh yang namanya sikap sombong. Kalo udah mulai sombong kayak gitu, siap-siap deh kamu celaka. Kagak mau pada celakakan…..yuk kita teladani sikap rendah hatinya Abu Muslim.





Rabu, 14 Oktober 2009

Iblis adalah musuh yang nyata bagimu



Tipuan dan Jebakan Iblis
            Zaman Bani Israel dulu, konon iblis masih suka turun jalan-jalan ke dunia untuk menggoda orang beriman secara langsung. Nah, ceritanya, iblis ngincer satu anak muda yang terlihat sholeh banget. Anak muda ini rajin bener pergi menyembah Allah, meski rumahnya jauh dari tempat ibadah.
            Nah, saban lewat ke tempat itu, maka ia akan melewati sebatang pohon besar. Dan anak muda itu melihat, semakin hari semakin banyak orang yang justru meminta-minta pada pohon besar itu. Mulai dari pengen dapet jodoh sampe bisa lolos Israel Idol. Darah anak muda itu langsung mendidih! Kurang ajar, nih si iblis!
            Selidik punya selidik, ternyata iblis dan anak buahnya, menjadikan pohon besar itu sebagai “Posko Godaan Manusia Beriman” Alias POSKO GOMBER.
            Mula-mula iblis mempengaruhi fikiran satu dua orang yang lewat dan punya masalah, buat minta sesuatu pada pohon itu. Ternyata, emang ada aja tuh, yang kegoda buat minta macem-macem sama pohon itu. Maklum deh, itu pohon udah dipermak sedemikian rupa sama iblis and the gang, sehingga kesannya, gimanaaaaa…….gitu! nah, oleh iblis, dengan kekuatan yang ada pada dia, apa-apa yang diminta sama orang-orang itu, diatur sedemikian rupa sampai akhirnya “goal”.
            Wah, itu orang seneng abiez! Buru-buru aja dia cerita ke orang-orang kampong. Siuuuutt…..kayak angina putting beliung, kabar ini dengan cepat menyebar, dan lama-lama makin banyak orang-orang Bani Israel sendiri yang melakukan hal itu.
            Iblis girang banget! So far so good. Banyak orang yang mustinya ke tempat ibadah, jadi malas gara-gara tipu daya iblis itu. Nah, sampe akhirnya, si anak muda jagoan kita ini, lewat. Di sinilah, iblis ketemu batunya.
            Dengan modal keikhlasan ilmunya, si anak muda itu berhasil memaksa iblis nongol dari persembunyiannya di pohon itu. Mula-mula iblis menggertak. Berubah jadi ini, berubah jadi itu, anak muda itu tetap bergeming! Malah, ia labrak si iblis itu untuk duel. Iya, berantem sampe guling-gulingan di tanah. Singkat cerita, iblis KO,dan terkapar kesakitan dihajar hook kiri kanan beruntun si jagoan alim, anak muda harapan bangsa kita itu.
            Kok, bisa? Yah, namanya aja cerita. Dengerin aja terus, ya.
            “Rasakan, iblis keparat! Jangan coba-coba ganggu hamba-hamba Allah yang lain untuk menyembah kepada-Nya.”
            “Ampun, ampuuunn anak muda. Saya, saya……….hadduuuuhhhh, ngaku kalah, deh.”
            Si anak muda itu tersenyum puas. Ia lalu bersiap untuk berjalan lagi. Tapi, dasar iblis, saat itulah dia ngeliat satu peluang.
            “Eh, tunggu dulu anak muda. Tunggu dulu, tunggu……’
            Langkah anak muda itu terhenti.
            “Ada apa lagi, hai musuh Allah?”
            “Begini. Maaf, saya bener-bener kagum sama kemampuan anda mengalahkan saya. Jadi, sebagai tanda hormat saya, maka mulai malam nanti, dibalik alas tidur anda, bakal ada uang satu koin emas setiap malam.”
            Usai mengucapkan kata-kata itu, iblis pun menghilang. Anak muda ini sampe bengong. Apa iya kata-kata si iblis biang tipu itu benaran? Mula-mula, si anak muda itu berusaha cuek. Sambil jalan, dia berusaha nggak mikirin tuh janji si iblis. Dia pikir Cuma gombal.
            Tapi, anak muda itu diam-diam jadi penasaran juga. Esok paginya, waktu dia terbangun dari tidurnya, pelan-pelan dia berbalik dan membalik alas tidurnya. Koin emas nampak kinclong, menyilaukan matanya. Wah, si iblis bener, lho!
            Begitulah, esok paginya ia kembali melakukan hal yang sama, dan lagi-lagi ia menemukan uang 1 dinar. Lusa, kembali kemilau uang emas satu butir membuat hatinya berbinar-binar.
            Tapi, keesokkan harinya, lho, mana dia nih, uang logam yang dijanjikan? Uh, anak muda itu dongkol. Geram karena merasa tertipu, pagi itu juga ia kembali menyantroni iblis di pohon besar itu. Berteriak-teriak, dipanggilnya si iblis untuk berduel. Kembali keduanya berduel dengan serunya. Tapi kali ini giliran si anak muda itu yang terkapar.
            Sambil meringis menahan sakit, si anak muda itu bertanya,
            “Why, iblis, why? Pertama kali, saya bisa menang sama kamu. Sekarang, kenapa kamu yang bisa menang? Belajar di mana kamu, heh?”
            Iblis tertawa terbahak-bahak.
            “Hoa, ha, ha, ha! Siapa yang belajar? Kamu dikalahin sama nafsu kamu sendiri! Kali pertama kamu bisa menang, karena kamu ikhlas mengalahkan saya Karena Allah SWT. Saat itukan, karena kamu marah sama saya gara-gara manusia meminta tolong dan beribadat bukan karena Allah SWT, melainkan tapi sama saya. Tapi yang sekarang, kamu marah bukan lagi karena Allah, tapi karena uang logam emas yang saya janjikan, nggak bisa lagi kamu dapatkan! Saat itu, mengalahkan kamu bukan lagi persoalan! Hoa, ha, ha, ha, ha iblis tertawa kayak mbah surip.
            Nah, kisah ini bisa jadi Cuma anekdot. Tapi juga nunjukkin kekuatan rasa ikhlas. Saat kita ikhlas karena Allah, mengalahkan godaan setan lebih gampang, kok! Tapi begitu kita kurang ikhlas, yang ada kita malah “dimakan” sama itu setan!
            Jadi…hati-hati aja lah, ya?
            Maha benar Allah SWT, yang udah berfirman tentang kekuatan iblis dan konco-konconya:
            Iblis berkata : Ya, tuhan, oleh sebab engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang ikhlas di antara mereka…”




Jujur bikin elo pada mujur 
Kalo ada kejujuran yang sampai bisa bikin bandit-bandit pada preman sangar Bin kejam pada tobat, contohnya ya kejujurannya Syekh Abdul Qodir Jaylani saat anak-anak. Bila kita menyebut nama beliau, sebenarnya kita sedang menyebut nama seorang figur yang kondang sebagai seorang ahli sufi dan ahli hikmah dengan ribuan murid, dan beliau adalah seorang pendiri perkumpulan Thariqah Qadiriyah. Beliau hidup pada saat kejayaan di Baghdad, dan sejak kecil beliau memang sudah dikenal sebagai anak yang baik, rajin dan tekun beribadah. Yang membuat beliau seperti itu adalah tidak lain adalah karena peranan ibunya. Begitulah. Karena memang selalu haus akan ilmu, suatu hari sang ibu berniat melepas Abdul Qadir remaja untuk menuntut ilmu. Perjalanan ini bukan main-main, karena harus melintasi padang pasir dan medan yang berbahaya. Namun dengan keteguhan hatinya, Abdul Qadir kecil cuek aja. Bagi dia, Allah SWT-lah yang akan menjadi teman dalam perjalanannya. Jadi, urusan yang lain-lain sih, “emang gue pikirin’, Gitu kali piker si Abdul Qadir. Bekal sudah dimuatkan di punggung seekor unta, dan Abdul Qadirpun pamit untuk berangkat. Ia mencium tangan ibunya dengan takzim. Lantas, saya membayangkan terjadi dialog kayak gini antara si Abdul Qadir dan ibunya “Anakku sayang”, kata si ibu lembut, “ibu titip uang sebesar 40 dinar ya…., untuk bekal kamu dalam perjalanan”. “Asyik, makasih ya bu. Ibu baik banget banget”, sahut Abdul Qadir dengan gembira sembari memeluk ibunya. Jelas aja si Abdul Qadir girang banget, karena uang 40 dinar itu kagak dikit boss, gede banget lho. “Oya dir, ibu mau ingatkan kamu satu hal ya”, lanjut ibunya sambil mengusap kepala Abdul Qadir. “Apapun yang terjadi, ibu minta kamu tetap jujur, ya…” “Oh, itu? ‘Jujur’ bukannya itu lagu yang sedang hits, yang dibawakan oleh radja bu? “Hush! Itukan lagu abad 21. sekarang baru abad berapa? Ah, kok jadi ngelantur gini sih. Maksud ibu, jujurlah pada siapapun yang kamu temui ya, nak? Jangan bohong, ya! Abdul Qadir mengangguk mantap. Akhirnya ia pun berangkat, dilepas oleh seluruh penduduk desanya. Malampun tiba, Dan sampailah Abdul Qadir di sebuah kawasan hutan yang gelap dan seram. Sebetulnya, ini kawasan angker yang selalu membuat bulu kuduk kafilah-kafilah manapun bakal berdiri saat melewatinya. Bukan apa-apa, karena di sana berdiam segerombolan penjahat yang terkenal kejam dan sadis. Bru aja masuk, udah pasti langsung diincer. Bisa ditebak kalo kebanyakkan kafilah lebih memilih berhenti ketimbang musti terus melewatinya. Itu sebabnya, begitu melihat ada seorang musafir yang dengan santainya melenggang seorang diri, kepala bandit itu heran. “Gila banget! Siapa orang ini? Apa di kagak tahu siapa gue?” Akhirnya mereka melompat dan menghadang Abdul Qadir. “Berhenti!” Abdul Qadir berhenti dan menatap tenang pada gerombolan preman hutan yang sangar-sangar itu. Boro-boro menggigil ketakutan, yang ada malah ia menatap satu persatu para preman yang berbaris di depannya. Dilihatin kayak gitu, giliran para preman itu yang melongo. Mereka sama sekali kagak terfikir bahwa yang duduk di punggung unta ini adalah seorang anak kecil. “Hey, anak kecil. Ngapain kamu malam-malam di sini?. Apa kamu kagak tahu, lewat daerah siapa ini, hah!” “Ah, saya Cuma musafir biasa. Bapak-bapak ini siapa? Mau apa, pak?” “Kami mau uang, pokoknya apa aja yang kamu bawa serahkan semua pada kami! Atau nyawa kamu jadi tukerannya! Bawa apa kamu, ha?!” “Oh, saya Cuma bawa 40 dinar pemberian ibu saya nih, ambil aja!” Lagi-lagi si kepala rampok bingung nggak ketulungan. Kok, ada ya korban yang ngaku begini? Apalagi, saat ia bengong, Abdul Qadir sendiri yang menyodorkan kantung berisi uang 40 dinar pemberian ibunya. Tanpa sadar, si kepala rampok menghitung uang yang asa di kantung itu. Astaga, benar 40 dinar. Tambah bingunglah si kepala rampok. “Hai anak, kenapa kamu lakukan ini? Kenapa kamu jujur begini?” tanyanya penuh keheranan. Sikap garangnya luluh seketika. “Ah, saya hanya mengikuti pesan ibu saya aja. Ibu bilang untuk selalu jujur, terhadap siapapun,” jawab Abdul Qadir tenaang. Mendengar hal itu, sang kepala rampok menangis tersedu-sedu. Kita nggak tahu, apakah ia tersentuh oleh kejujuran Abdul Qadir, atau ia merasa terharu karena merasa dihormati oleh kejujurannya itu, atau bisa aja karena kedua-duanya. Ya, bagi seseorang yang bersifat keras dan kasar seperti para preman itu, kepolosan dan kejujuran Abdul Qadir boleh jadi kayak air segar di tengah padang pasir. Yang jelas, dikisahkan kepala rampok bersama gerombolannya bertaubat malam itu juga gara-gara kejujuran Abdul Qadir Jailani. Jadi, sikap jujur pada saat yang tepat bisa membawa keberuntungan. So, ketimbang suka bohong, lebih baik kita jujur aja! Berbohong itu, selain dosa, bisa membuat kita capek dan melelahkan, juga menyiksa. Iya dong, namanya juga bohong, artinya kita akan selalu dipaksa untuk mengingat terus hal-hal yang kita bohongkan itu. Misalnya, kita malu ‘Cuma” punya orang tua yang kerjanya hanya sebagai kuli bangunan, lalu kemana-mana kita selalu ngaku bahwa orang tua kita itu bekerja di perkantoran. Uh, buat inget-inget itu aja udah makan energi banget lho! Meski kata orang, sekarang ini susah buat jujur, tapi itu pandangan yang terlalu pesimis. Kejujuran, nanti kita bakal tahu sendiri, akan menyentuh banyak orang, dan ujung-ujungnya kita yang akan beruntung. Allah juga tambah sayang, dan begitu Allah bertambah sayang sama kita, maka Dia akan menggerakkan hati manusia untuk juga sayang sama kita. Ya iyalah, Zaman kayak gini, nilai tambah seseorang untuk masuk dunia kerja justru karena kejujurannya. Memang ada sih, yang dengan modal culas dan licik bisa maju, tapi, mau berapa lama? Saat ini, bukti-buktinya makin menunjukkan kalo jadi orang jujur dan professional justru makin dicari. Ada sebuah informasi, ada seorang konsultan pajak yang membangun bisnisnya, gara-gara kepercayaan orang bule yang terkesan dengan kejujurannya. Saat konsultan pajak lain cenderung menipu dan ngibul, dia justru memberi uang kembalian. Terang aja si bule yang jadi kliennya kaget. Lama-lama, banyak urusan diserahkan sama dia, dan jadilah bisnisnya berkembang sampai sekarang. Jadi, pilih mana, JUJUR atau CURANG? Jujur aja deh. Hati lebih tenang, hidup bakal lebih asyik. DI JAMIN!

Manfaat dan azab meninggalkan shalat


Manfaat shalat dan adzab melalaikan shalat 
Barangsiapa menjaga shalatnya, niscaya Allah akan memuliakannya dengan lima perkara: (1). Dihilangkan kesempitan hidupnya; (2). Diselamatkan dari adzab kubur; (3). Diberikan catatan amal melalui tangan kanannya; (4). Melintasi shirat secepat kilat; (5). Masuk syurga tanpa hisab”. Dan barangsiapa melalaikan shalat, Allah akan menyiksanya dengan lima belas adzab. Lima adzab di dunia, tiga adzab ketika mati, tiga adzab di dalam kubur, dan tiga adzab pada saat kebangkitan. Lima adzab ketika di dunia yaitu, (1). Dicabut keberkahan ilmunya; (2). Terhapus cirri-ciri keshalihan di wajahnya; (3). Seluruh amal perbuatannya tidak diberi pahala oleh Allah; (4). Do’anya tidak diangkat ke langit; (5). Tidak mendapat bagian dari do’a-do’a orang yang shalih. Dan tiga siksa pada saat kematian: (1). Mati dalam kehinaan; (2). Mati dalam kelaparan; (3). Mati dalam kehausan, walau diminumkan air lautan di dunia ini, tidak akan menghilangkan rasa hausnya. Dan tiga siksa di dalam kubur: (1). Dihimpit oleh kuburnya sehingga tulang rusuk kiri dan kanannya saling bersilang; (2). Dinyalakan api di dalam kuburnya; (3). Allah akan memasukkan ular berbisa bernama Syuja’ul-Aqra’ ke dalam kuburnya, yang kedua matanya memancarkan api, dan kukunya dari besi yang panjang setiap kukunya sepanjang sehari perjalanan. Ular itu akan memekik kepadanya dengan suara seperti halilintar yang menyambar,” Aku adalah Syuja’ul-Aqra. Tuhanku telah menyuruhku agar memukulmu karena kamu telah melalaikan shalat shubuh hingga terbit matahari; karena kamu telah malalaikan shalat shalat dzuhur hingga ashar; karena kamu telah melalaikan shalat ashar hingga maghrib; karena kamu telah melalaikan shalat maghrib hingga isya; karena kamu telah melalaikan shalat isya hingga shubuh!”. Setiap pukulan akan membenamkannya ke tanah sedalam tujuh puluh hasta, si mayat akan terus disiksa seperti ini dalam kuburnya sampai hari kiamat. (Semoga Allah menjauhkan kita dari adzab kubur). Dan tiga siksaan pada hari kebangkitan, yaitu: (1). Dihisab dengan sangat berat; (2). Dimurkai oleh Allah; (3). Dilemparkan ke dalam neraka. Riwayat lain juga menyebutkan barangsiapa yang melalaikan shalat, ia akan datang pada hari kiamat dan tertulis di wajahnya tiga baris tulisan, yaitu: baris pertama: wahai orang yang menyia-nyiakan hak Allah. Baris kedua: wahai orang yang dimurkai Allah. Baris ketiga: sebagaimana kamu telah menyia-nyiakan hak Allah di dunia, maka pada hari ini kamu berputus asa dari rahmat Allah. (dalam kitab Az-Zawajir). Ini pelajaran but kita semua, khususnya buat aku yang bandel ini SEMOGA BERMANFAAT…

Senin, 12 Oktober 2009

Al-Qur'an sebagai tanda bukti kebenaran dari sisi Allah SWT


      Cara menafsirksn Al-Qur’an

Dalam menafsirkan Al-Qur’an, diperlukan keahlian d
alam lima belas bidang Ilmu. Berikut ini adalah

ringkasan kelima belas bidang ilmu tersebut,
semata-mata agar diketahui bahwa tidak mudah
setiap orang dapat memahami makna batin
Al-Qur’an. Namun juga, kita perlu untuk
mempelajari isi Al-Qur’an tersebut, karena Ibnu
Mas’ud berkata,”jika kita ingin memperoleh ilmu,
pikirkanlah dan renungkanlah makna-makna
Al-Qur’an, karena di dalamnya terkandung ilmu orang-orang dahulu dan sekarang”. Jangan seperti zaman kita sekarang. Hanya bermodalkan tahu bahasa arab, bahkan sekedar melihat terjemahannya saja, orang berani berpendapat tentang Al-Qur’an.
            Berikut Ilmu tentang Al-Qur’an:
  1. Ilmu Lughat (filologi), yaitu ilmu untuk mengetahui arti setiap kata Al-Qur’an. “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhirat, ia tidak layak berkomentar tentang ayat-ayat Al-Qur’an tanpa mengetahui Ilmu Lughat ini”. Sedikit pengetahuan tentang ilmu lughat tidaklah cukup karena kadangkala satu kata mengandung berbagai arti. Jika hanya mengetahui satu atau dua arti, tidaklah cukup. Dapat terjadi, yang dimaksud kata tersebut adalah arti yang berbeda;
  2. Ilmu Nahwu (tata bahasa), Sangat penting mengetahui ilmu nahwu, karena sedikit saja I’rab (bacaan akhir kata) berubah, akan mengubah arti kata tersebut. Sedangkan pengetahuan tentang I’rab hanya didapat dalam ilmu nahwu;
  3. Ilmu Sharaf (perubahan bentuk kata). Mengetahui ilmu sharaf sangat penting, karena perubahan sedikit bentuk suatu kata akan mengubah maknanya. Ibnu Faris berkata, “jika seseorang tidak mendapatkan ilmu sharaf, berarti ia telah kehilangan banyak sekali ilmu yang tidak ia ketahui”.
  4. Ilmu Isytiqaq (akar kata). Mengetahui ilmu ini sangatlah penting. Dengan ilmu tersebut dapat diketahui asal-usul kata. Ada beberapa kata yang berasal dari dua kata yang berbeda, sehingga berbeda makna. Seperti kata ‘masih’ berasal dari kata ‘masah’ yang artinya menyentuh atau menggerakan tangan yang basah ke atas, atau juga berasal dari kata ‘masahat’ yang berarti ukuran;
  5. Ilmu Ma’ani (susunan). Ilmu ini sangat penting diketahui. Dengan ilmu ini, susunan kalimat dapat diketahui dengan melihat maknanya;
  6. Ilmu Bayaan. Yakni ilmu yang mempelajari makna kata yang Zhahir dan yang tersembunyi, juga yang mempelajari kiasan serta pemisalan kata;
  7. Ilmu Badi’, yakni ilmu yang mempelajari keindahan bahasa. Ketiga bidang ilmu di atas juga disebut sebagai cabang ilmu balaghah, yang sangat penting dimiliki oleh para ahli tafsir. Al-Qur’an adalah mukjizat yang agung. Dengan ilmu-ilmu di atas, kemukjizatan Al-Qur’an dapat di ketahui;
  8. Ilmu Qira’at, Ilmu ini sangat penting dipelajari, karena perbedaan bacaan dapat mengubah makna ayat. Ilmu ini membantu menentukan makna paling tepat diantara makna-makna suatu kata;
  9. Ilmu Aqa’id. Ilmu ini sangat penting dipelajari, ilmu ini mempelajari dasar-dasar keimanan. Kadangkala ada satu ayat yang arti zhahirnya tidak mungkin diperuntukan bagi Allah SWT. Untuk memahaminya diperlukan takwil ayat itu;
  10. Ilmu Ushul Fiqih. Mempelajari ilmu ushul fiqih sangat penting. Dengan ilmu ini dapat diambil dalil serta penggalian hokum suatu ayat;
  11. Ilmu Asbabun-Nuzul. Ilmu untuk mengetahui sebab-sebab turunnya ayat Al-Qur’an. Dengan mengetahui sebab-sebabnya, kadangkala maksud suatu ayat bergantung pada pengetahuan tentang asbabun-nuzul;
  12. Ilmu Nasikh Mansukh. Dengan ilmu ini dapat dipelajari suatu hokum yang sudah dihapus dan hukum yang masih berlaku;
  13. Ilmu Fiqih. Ilmu ini sangat penting dipelajari. Dengan menguasai hokum-hukum yang rinci akan mudah mengetahui hokum global;
  14. Ilmu Hadits. Ilmu untuk mengetahui hadits-hadits yang menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an;
  15. Ilmu Wahbi. Ilmu khusus yang diberikan Allah kepada hamba-Nya yang istimewa. Rasulullah bersabda: “Barangsiapa mengamalkan apa yang ia ketahui, maka Allah akan memberikan kepadanya ilmu yang tidak ia ketahui”.

Ilmu-ilmu yang telah diterangkan di atas adalah alat bagi para mufassir Al-Qur’an.
Seseorang yang tidak memiliki ilmu-ilmu tersebut, lalu menafsirkan Al-Qur’an, berarti ia telah menafsirkannya menurut pendapatnya sendiri, dan hal itu telah dilarang dalam beberapa hadits.
            Tertulis dalam Kimiaus-Sa’adah, bahwa ada tiga orang yang tidak akan mampu menafsirkan Al-Qur’an: (1). Orang yang tidak memahami bahasa arab; (2). Pelaku dosa besar atau ahli Bid’ah, yang dengan perbuatannya itu menjadikan hatinya gelap dan menutupi pemahamannya terhadap Al-Qur’an ; (3). Orang yang dalam akidahnya hanya mengakui makna zhahir nash.


Hari Jadianku......



2 Years In Memory
            Bila kamu mencintai seseorang….walaupun kamu merasa orang itu sulit untuk kamu raih dan kamu dapatkan cintanya?! Kamu harus memiliki keyakinan “GAK ADA HAL YANG NGGAK MUNGKIN DI DUNIA INI”. Aku berani bicara seperti ini, karena aku udah mengalaminya, aku Zahra perempuan sederhana dari keluarga yang bisa dibilang brokenhome. Heri Putra, nama seorang pria yang sekarang telah menjadi pacar aku selama 2 tahun ini. Pria tampan yang baik hari, alim, pinter…pokoknya bener-bener idaman setiap wanita….aku mau berbagi cerita nih…buat kalian dari awal kami jadian (8 Oktober 2007) ampek sekarang. Ya.mudah-mudahan bermanfaat buat kalian, pesan aku buat kalian para wanita yang sederhana jangan pernah takut untuk mendapatkan cinta dari seorang pria….okey….check it out! He182x……….


            Januari 2007

            Aku ini anak dari keluarga brokenhome. Ayah dan ibuku telah berpisah, aku sendiri gak tau kenapa mereka berpisah. Ayahku pergi, dan ibuku bekerja sebagai TKI di Malaysia, mulanya aku gak rela ibuku pergi dan bekerja sebagai TKI di sana, tapi dia pergi demi kami anaknya, karena dia merasa gak sanggup menafkahkan kami anaknya. Sekarang dia masih sebagai TKI di sana, dengan mengirim uang tiap bulan kepadaku, kebetulan waktu itu aku belum mendapat pekerjaan, hanya bekerja menjaga anak bayi atau dibilang baby sitterlah yang gajinya gak seberapa, karena saat ibuku pergi terpaksa aku putus sekolah padahal aku termasuk anak berprestasi di sekolah dulu, tapi mau gimana lagi, keadaan ini harus aku terima. Irsadi, seorang kakak kelas aku yang peduli banget dengan keadaan aku saat di sekolah dulu, tapi saat aku putus sekolah, aku gak pernah ketemu lagi dengan dia. Saat-saat itu aku memang banyak banget diterpa masalah, aku mencoba mendekatkan diri kepada Allah SWT, udah lama banget aku gak pernah beribadah. Selalu pergi ke Masjid untuk shalat, mungkin itulah cara aku untuk mendekatkan diri lagi kepada Allah, mengikuti organisasi Islam di masjid tempat aku tinggal dan masih banyak lagi cara aku untuk mencoba meringan masalah aku ini.
            Awal aku ikut organisasi islam di tempat aku, aku sungguh kagum oleh ketuanya yaitu Heri Putra, tapi ya cuma sekedar kagum aja gak lebih, itu awalnya. Aku cuma bisa ngobrol secukupnya aja dengan dia itupun disaat perkumpulan, karena dia pendiem banget super cuek ma yang namanya cewek, mau bicara saat ada yang ngajak bicara aja pokoknya nyebelin bangetlah. Saat itu aku punya temen yaitu Lidya, atik dan aku. Kebetulan Lidya temen aku suka dengan Heri, dia suka curhat dengan aku. Tapi emang dasar heri super cuek banget ma yang namanya wanita, jujur aku juga memiliki rasa suka dengan dengan Heri tapi aku emang gak mau cerita aja ma Lidya, ya….mencoba menjaga perasaan sahabat aku aja.
            Pernah waktu itu malam hari, selepas shalat isya seperti biasa dia duduk-duduk dulu di masjid sendirian gak tau ntah apa yang dilakukannya, emang selalu begitu kegiatannya gak pernah langsung pulang ke rumah. Sekitar ya..mungkin setengah jam kemudian, dia pulang dan kebetulan waktu itu Lidya menyuruh aku ke rumahnya, aku jalan dengan begitu cepatnya dan nyamperin Heri dengan gaya bicara aku yang marah banget dengan dia, karena ya itu sebabnya dia gak mau merespon cinta sahabat aku. “AKU BENCI BANGET MA KAMU!” kira2 seperti itulah aku marah2 ma dia,mungkin heri juga bingung knapa aku marahin dia, aku sendiri juga bingung knapa aku bisa seperti itu.
            Sekitar 4 bulan kemudian, aku gak pernah lagi gabung dengan sahabat2 aku, karena saat itu kami sibuk dengan pekerjaan kami, untuk ngumpul di organisasi aja kami jarang daeng. Saat itu juga aku masih sering ke masjid, kebetulan juga Heri masih aktif di masjid sebagai guru ngaji di sana..ya…dengan maksud ingin deketin Heri aku juga mau coba ngajarin anak ngaji di situ di bagian wanitanya. Seperti biasa setelah shalat Isya, kami juga berkumpul untuk mengaji di perkumpulan remaja, Heri juga lho yang ngajar, aku seneng banget. Gak lama setelah mengaji, kami sering berkumpul juga bicarakan hal yang penting gitu, aku ambil aja kesempatan ini untuk bicara dengan Heri, seperti biasa dia masih aja nyebelin, gak mau senyum apalagi ketawa. Tapi aku heran sama dia, sama teman lelaki dia mau ketawa lepas, tapi mau cewek amit-amit deh lihat dia. Tapi gak lama kemudian, aku sering ngobrol2 juga ma heri ya seperti teman lainnya….tapi sifat nyebelinnya itu emang gak pernah hilang.
            Lama-kelamaan, rasa cinta ini tumbuh dalam hati aku untuk heri, aku selalu mikirin dia, tapi aku selalu melawan perasaan ini dan menutup rapat2 rasa sayang ini. Karena aku tau aku gak pantes untuk dia….apalagi saat itu dia sedang dekat ma seorang cewek yang bernama Echa, karena aku merasa Echa itu adalah wanita yang menjadi karakter Heri, jadi aku coba ikhlas aja.

            Juli 2007

            Seiring waktu berlalu, aku gak tau apa yang aku rasakan? Tapi dalam pikiran aku, aku selalu memikirkannya. Aku merasa sakit banget bila inget akan dirinya, sakit banget rasanya bila perasaan ini harus aku pendam terus. “ya allah bantulah aku untuk menghilangkan rasa cintaku terhadap heri ini, karena semakin aku mencintai dia semakin sakit hatiku” kataku dalam hati.

            4 Juli 2007 pukul 02:00 dini hari

            Aku yang enak-enakan tidur, tiba-tiba HPku berbunyi suara sms dari seseorang yang gak tau siapa, gini isinya :
            “Asslm. Met Ultah yah..semoga Allah selalu memberikan kamu kebahagiaan, panjang umur yah….dari temanmu”
            Aku selalu bertanya dalam hati, “siapa ya yang mengirimkan sms itu, kenapa dia bisa tau ultah aku……”. Tapi beberapa hari kemudian aku baru nyadar bahwa Herilah yang telah mengirimkan sms ucapan ultah itu. Dan saat itu juga aku mencari informasi tentang tanggal kelahiran Heri, mulai dari Tanya sepupu sampai teman-temannya, akhirnya aku dapat juga informasi itu.

            6 Juli 2007

            Pagi itu aku menemui Heri di Masjid sekitar pukul 09:00,”Heri, aku mau kasih sesuatu nih ma kamu, ambil ya..aku letakkan di teras Masjid” langsung aku lari ke rumahku, karena malu. Aku waktu itu ngasih sajadah ma Heri, biar dia selalu inget aku saat dia shalat…duh…mengharap kali ya….

            11 Juli 2007

            Malam itu ada perkumpulan organisasi remaja di masjid, entah kenapa tiba-tiba Heri mendekati aku.
            “Assalamu’alaikum” ucap Heri
            “Wa’alaikumsalam” jawabku
            “Zha, besok ada acara gak?”
            “nggak, kenapa Her?” tanyaku
            “eh….aku pengen pergi cari buku, kamu mau ikut nggak?
            “hah…kamu ngajak aku?” tanyaku dengan heran.
            “Iya…knapa kamu nggak mau ya…”Tanya Heri
            “aku mau Her, mau banget”
            “ya udah..kalo gitu besok aku tunggu kamu di masjid ya jam 10 pagi”
            Duh..aku seneng banget mau diajak jalan-jalan ma Heri. Aku pake baju apa ya….bingung nih…?

            Keesokan harinya……
            Akhirnya tepat pukul 10 pagi aku dan Heri dah ketemu di tempat yang udah ditentukan Heri, lalu kamipun pergi….”duh…senengnya…”ucapku dalam hati
            Sambil jalan akupun mulai basa basi ma Heri yang pendiem itu.
            “Aku telat ya tadi?” tanyaku
            “Nggak kok” jawab Heri
Beberapa menit kemudian kami sampai tujuan, yaitu di salah satu took buku besar di Medan, lalu setelah ke took buku, heri mengajak aku ke USU untuk makan siang.
            “Zha, kamu da laper ya..?”Tanya Heri
            “Dikit” jawabku singkat
            “Makan dulu yuk…deket USU” ajak Heri
Waktu itu Heri memesan bakso dan aku pesan nasi goring
            “Eh…zha, kemarin kamu ultah ya…” Tanya Heri yang sedikit pura-pura
            “Kamu kok tau?” tanyaku. Tapi dia hanya tersenyum simpul
            Waktu menjelang sore, akhirnya kami pulang dan Heri mengantarku ke rumah.Sebelum iya pulang, kamipun ngobrol sedikit
            “Ri, makasih ya buat hari ini, aku seneng banget”
            “Iya sama-sama, aku juga seneng kok”.
Hari itu memang nggak akan pernah aku lupakan.

            16 Juli 2007

            Pagi-pagi buta Bibi aku yang tinggal di Binjai menelpon aku, katanya esok hari aku harus tinggal di rumahnya untuk melanjutkan sekolahku yang sempat tertunda. Perasaan senang dan sedih bercampur menjadi satu, aku seneng bila harus sekolah lagi, tapi aku juga sedih banget…apa aku sedih karena….?

            Sementara di rumah Heri

            Waktu itu saat Heri selesai shalat Dhuha di masjid, sampai di rumah HP nya berbunyi, iya menerima sms dari aku.
            ‘Heri, temui aku besok di masjid pagi-pagi ya…”

            Keesokan harinya….
           
            Aku waktu itu udah tungguin Heri hampir ½ jam lamanya di masjid, tapi Heri nggak datang jua. Tapi 15 menit kemudian Heri ternyata datang.
            ‘Maaf ya..aku telat” ucap Heri
            “Ada apa Zha….’ Ucap Heri
            “Aku hari ini harus harus pergi!” jawabku sedih
            “Pergi kemana?” Tanya Heri
            “Aku mau ke rumah bibi aku di Binjai, dan aku harus tinggal disana” jawabku
            “Kenapa? Mau ngapain disana” Tanya Heri
            “Aku mau lanjuti sekolah aku di sana” jawabku
            ‘ Kenapa harus disana, tinggal disini aja kenapa?”
            “ Nggak bisa, aku harus tinggal di sana disuruh mama, bibi aku yang biayai aku, jadi mau nggak mau aku harus tinggal di sana”
            Lalu aku memberikan sebuah bungkusan kepada Heri
            “Apa ini zha?” Tanya Heri
            “Buka aja ini ada sajadah dan komik. Sajadah ini aku kasih agar setiap kamu shalat, kamu bisa inget aku, dan komik ini adalah komik kesayangan aku. Lok kamu kangen dan sedih baca aja komik ini, semoga kamu bisa seneng lagi saat inget aku” kataku dengan sedikit menangis. Kemudian aku pergi meninggalkannya, tapi Heri diem aja nggak ada manggil aku, lalu aku pulang ke rumah untuk mengemasi barang-barang bawaan aku. Lalu…..”tit…tit….tit…” suara HPku berbunyi, ternyata sms dari Heri. “Aku tunggu kamu di masjid sekarang”. Lalu aku temui Heri di masjid.
            “Ini buat kamu,….kamu hati-hati ya…disana jaga diri kamu baik-baik…sampai sana telephone aku ya….” Ucap Heri dengan penuh haru.
            Aku hanya mengangguk dan langsung naik sepeda motor pamanku. Tanpa sadar air mataku keluar tanpa henti. Aku nggak tahu kenapa bisa seperti ini. Beberapa jam kemudian aku sampai di rumah bibi aku. Sesampainya disana, aku langsung ke kamar yang udah disediakan bibi aku, lalu aku berbaring sembari membuka bingkisan yang diberikan Heri tadi. Ternyata Heri memberikan sebuah baju dan selembar surat…..
            Sementara itu………

            Heri hanya termenung, dia nggak tahu apa yang terjadi padanya.
            “Ya Allah, kenapa aku begini? Kenapa aku takut kehilangan Zahra? Kenapa aku sedih ditinggal olehnya? Ya Allah……kenapa aku ini? Apa aku mulai mencintainya? Ya Allah…..bantulah aku! Zahra….aku sayang kamu” ucap Heri dalam hati. Tanpa sadar air mata Heripun jatuh.

            Sementara aku….

            Aku beristirahat di kamar yang telah disediakan bibi aku, baju yang diberikan Heri terus aku peluk erat. Baju ini adalah baju kesukaan aku, karena baju ini adalah baju muslimah pertama aku, karena dari dulu aku emang nggak pernah suka baju yang terlalu besar dan tertutup seperti baju-baju muslimah ini. Tapi sejak aku kenal dan dekat dengan Heri Alhamdulillah aku berubah. Sembari memeluk baju yang diberikan Heri, aku juga membaca surat darinya…..
            “Assalamu’alaikum Wr.Wb
            Saatku kehilanganmu, aku baru menyadari
Betapa berartinya kehadiranmu dalam hidupku.
Saatku kehilanganmu, aku menyadari
Betapa aku tidak pernah pedulikan cintamu.

Sahabat, kamu tetap sahabatku

Zha, sungguh aku takut banget kehilanganmu.
Saat kamu kembali nanti berjanjilah jangan pernah berubah.
Semoga Allah meridhaimu.

Aku sayang kamu.
                                                                        Heri Putra^_^

“Aku juga sayang kamu Ri…..aku juga sayang kamu, sayang banget” ucapku dalam hati.
………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………..
            Beberapa hari kemudian, aku mulai memasuki sekolah yang baru. Rasanya bosen banget. “Duh….aku kangen banget ma Heri, tapi HP ku rusak. Oya…aku ke Wartel aja” celetuk aku.
            Akupun pergi ke wartel dan menelphone Heri
            “Hallo….Assalamu’alaikum.” kata Heri
            “Wa’alaikumsalam…hai Heri!”balasku
            “Ini Zahra ya…?”ucap Heri senang
            “Iya, kamu kok tau!”kataku heran
            “Zha, aku kangen banget ma kamu!” kata Heri
            ‘Apa! Kangen?” Kataku dengan sedikit heran dengan ucapannya itu.
            Kamipun cerita panjang lebar di telpon iyu, duh…rasanya seneng banget.

            Bebeerapa bulan ini kami memang bisa bicara lewat telpon aja, lumayanlah bisa sedikit mengurangi rasa kangen aku dengan Heri.

            Oktober 2007

            Bulan itu adalah bulan ramadhan dan akan dekat lebaran idul fitri. Aku pulang ke rumah menemui adik-adikku yang masih tinggal dengan bibi aku yang rumahnya tidak jauh dari rumah Heri.
            Ya..walaupun aku Cuma seminggu disini, setidaknya aku seneng bisa bertemu Heri untuk melepas rasa rindu aku.

            8 Oktober 2007

            Lebaran sudah berlalu. Tepat tanggal 8 Oktober 2007, Aku dan Heri pergi jalan-jalan ke taman kota. Rasanya seneng banget
            “Kamu apa kabar Zha?’ Tanya Heri
            “Baik” jawabku singkat
            “Aku kangen sama kamu Zha?”ucap Heri
            ‘A……a…..a…aku juga Her”ucapku dengan sedikit malu
            Waktu itu aku seneng banget bisa jalan-jalan dengan Heri lagi. Tapi aku heran udah hampir 6 bulan kami deket, kenapa Heri nggak pernah ungkapkan rasa cintanya ya….ma aku.

            Malam Harinya…

            Waktu itu aku selesai Shalat Isya..ternyata ada sms dari Heri
            “Zha, aku sayang kamu”kata Heri
            “Maksud kamu” balasku
            “Aku mau jadi pacar kamu” kata Heri
            “Maksud kamu kita jadian”kataku
            ‘Iya Zha”kata Heri
            Dan kamipun sepakat bahwa tanggal 8 Oktober 2007 adalah hari jadian kai…duh…senengnya…

            14 Oktober 2007

            “Her, hari ini aku harus kembali” ujarku
            “Kamu hati-hati ya…Zha…Inget sekarang kamu udah jadi pacar aku. Jadi jaga komitmen kita ya!’pesan Heri
            “Iya, sayang”ucapku
            “Janji”kata Heri
Lalu akupun pergi dan kali ini aku pergi dengan penuh kegembiraan…ya..walau jauh di mata tapi deket di hati…I LOVE U HERI.

            Juli 2008

            Akhirnya aku tamat juga sekolah dan akhirnya aku bisa kembali lagi ke rumah bibiku yang dulu, yang rumahnya tidak jauh dari rumah Heri, dan aku bisa ketemu terus dengan Heri.
            Aku seneng banget punya pacar seperti Heri, SENENG BANGET.

            4 Juli 2008

            Hari ini ultahku yang aku yang ke-18. Aku ngadain pesta kecil-kecilan di rumah, hanya mengundang saudara, temen-temen dan yang pastinya Heri Putra.
            “Happy b’day to u…..happy b’day to u….happy b’day….happy b’day….
              Happy b’day Shara!” begitulah nyayian untuk aku.
            “Setelah tiup lilin dan potong kue, suapin dong pacarnya” ujar temanku.
Lalu aku memberikan potongan kue pertama, tadinya mau aku kasih ibu aku dulu, tapi beliau nggak ada, ya kasih bibi aku dulu, baru aku kasih Heri deh….
            “Terima kasih ya buat pacarku yang paling aku sayang , Zahra. Aku sayang banget sama kamu Zha. Aku nggak mau kehilangan kamu. Kamu begitu berarti buat aku. Aku sayang kamu!” ujar Heri dalam acara itu.
            Dan teman-teman kami pada nyorakin kami.
            “Duh….so sweet…” ujar Wike.
            “Ngiri ya…..”balasku.
Dan kami semua begitu menikmati acara tersebut.
Senengnya………………

            Agustus 2008

            Setiap hubungan pasti ada masalah. Kali ini yang kami hadapi berat banget. Hampir sebulan ini Heri dekat lagi dengan gurunya sewaktu SMP dulu.
            Setelah hampir sebulan ini Heri berubah, telpon aku jarang dan smspun jarang dibales. Aku merasa cemburu banget dengan gurunya itu, tapi Heri selalu meyakinkan aku bahwa bahwa dia hanya mencintai aku, karena Heri nggak mungkin mencintai gurunya tersebut. Karena guru tersebut sudah bersuami dan memiliki 3 orang anak. Heri dekat dengan ibu tersebut, karena sejak SMP dulu dia sudah menganggap guru tersebut adalah ibunya sendiri.
            Suatu hari Heri ingin memperkenalkan guru tersebut denganku, untuk meyakinkan aku bahwa Heri dan guru tersebut tidak ada hubungan apa-apa.
            Lalu aku datang ke rumah Heri, aku dan kak Yuli (kakak kandung Heri) menyiapkan makanan untuk gurunya tersebut.
            Jam satu siang gurunya sampai juga ke rumah Heri, lalu gurunya tersebut masuk dan aku menyuguhkan makanan dan minuman yang telah dibuat.
            Awalnya sih biasa aja, tapi aku sebel karena Heri nggak mengenalkan aku dengan gurunya tersebut bahwa aku ini pacarnya.
            Gurunya dan Heri terlihat akrab banget. Aku cemburu, aku sebel, aku marah! Tapi aku coba bertahan dan akhirnya aku nggak tahan juga. Walau aku tahu Heri nggak mungkin nyakitin aku. Aku harus percaya sama Heri, tapi aku wanita wajarlah kalau aku cemburu dengan pacarku sendiri.
            “Ri, aku mau pulang!” kataku dengan sedikit marah.
Tapi Heri tidak berusaha mencegahku.

            Sampai rumah aku hanya bisa menangis. Kenapa Heri bisa tega banget berbuat seperti denganku. Rasanya sakit banget waktu itu.
            Malam harinya Heri datang ke rumahku
            “Ngapain lamu dating ke rumah aku. Ngapain kamu kesini” tanyaku jutek.
            “Kamu kenapa sih Zha? Pake acara pulang aja tadi siang?kamu dewasa dikitlah Zha? Cuma gara-gara tadi siang, kamu seperti ini ma aku?”
            “Lho? Kok jadi kamu yang marah? Kamu harus tahu dong perasaanku saat aku ngelihat kamu dengan ibu tuh , akrab banget kamu…tapi kamu…..”
            “Zha! Aku Cuma minta kamu percaya ma aku! Itu aja! Kalo kamu pikir aku ada apa-apa dengan ibu guru itu, kamu salah besar zha!”
            “Lho! Emang siapa yang bisa mastiin kalo kamu ada apa-apanya dengan dia!?” Mulai sekarang aku minta putus!”
            ‘Apa Zha!” kamu bilang apa Zha!?segampang itu kamu bilang putus? Asal kamu tahu Zha, aku  sayang banget ma kamu, nggak mudah dapetin kamu Zha..!”Tapi ya udahlah kalo itu mau kamu, lok itu keputusanmu, aku nggak mau ngemis karena cinta. Tapi, aku harap kamu fikirin dulu karena kamu pasti bakal nyesel! Makasih Zha Assalamu’alaikum!”kata Heri
            Dah seminggu aku putus dengan Heri. Aku merasa nyesel banget, aku ngerasa kehilangan Heri banget. Kenapa aku harus berfikiran buruk? Harusnya aku percaya dengan Heri, harusnya aku nggak boleh egois, maafin aku Ri……” kataku dalam hati.
Lalu, beberapa hari kemudian aku coba untuk beranikan diri untuk menelpon Heri.
            “Assalamu’alaikum.”
            “Wa’alaikumsalam, Ri bisa nggak ke rumahku sekarang?”
            “Ada apa Zha” Tanya Heri
            “Pokoknya aku tunggu ya…”ucapku

            Malam harinya Heri datang ke rumahku. Aku senang banget, aku merasa kerinduanku telah hilang saat bertemu dengan Heri.
            Heri datang dengan membawa senyuman yang begitu menyejukkan hatiku. Aku bahagia banget waktu itu.
            “Assalamu’alaikum”ucap Heri
            ‘Wa’alaikumsalam”balasku
            “Ada apa Zha?” ujar Heri denga penuh senyuman.
            ‘Aku kangen banget ma kamu, aku mau balikan lagi ma kamu!”
            ‘Hah!balikan? emangnya kita pernah putus?”canda Heri
            “ah kamu….’ucapku
            “Aku sayang banget ma kamu Zha, aku nggak akan biarin kamu pergi lagi dari kehidupan aku!”
            Akupun tersenyum dan perlahan Heri menatap mataku penuh arti, lalu dia memegang tanganku erat dan membelai rambutku dan perlahan diapun mendaratkan kecupan dikeningku. “AKU SAYANG KAMU, ZHA.”
Malam itu memang nggak akan pernah aku lupakan lho
I LOVE YOU HERI

            8 Oktober 2008

            Kami sedang makan di tempat yang romantis, karena hari itu adalah hari jadian kami. Aku bahagia banget, punya pacar seprti Heri. Aku berharap dia adalah jodohku sampai mati nanti.
            “Zha…aku sayang banget ma kamu! Berjanjilah padaku, jangan pernah berfikir tuk tinggalkan aku lagi, aku nggak bisa jauh dari kamu. Selamat hari jadian kita ya sayang….. semoga kita bisa lebih dewasa dalam menghadapi segala masalah yang akan datang masuk dan datang masuk ke dalam hubungan kita lagi. Aku sayang kamu, sayang banget.
            Maafin aku lok aku udah banyak salah banget ma kamu. Aku nggak mau perjuangan kita selama satu tahun ini sia-sia. Berjanjilah padaku, jangan pernah tinggalkan aku, jangan pernah sakiti aku. Berjuanglah demi aku, demi cinta kita agar kelak kita bisa menyatukan cinta kita dalam ikatan suci.’
            Kira-kira seperti itulah obrolan yang kami lakukan saa itu.

            Aku terharu banget saat itu, mendengar kata-kata Heri aku nggak bisa berkata apa-apa lagi. Seakan aku melayang jauh banget. Aku bener-bener seneng banget punya pacar seperti dia.
            Aku nggak akan pernah menyia-nyiakan dia.
Aku Janji!

            Januari 2009

            “Zha, kalo kita berhubungan jarak jauh bisa nggak ?” kata Heri
            “Maksud kamu apa? Aku nggak ngerti?”jawabku
            “Aku mau pergi, aku da dapet kerjaan, aku diajak dengan teman SMA aku kerja dan aku harus tinggal disana karena tempatnya jauh banget” kataku
            “Kamu bisakan long distance?” kata Heri
            “Duh..aku masih nggak ngerti maksud kamu?” kataku agak sedikit bego.
            “Tapi apapun itu…aku nggak akan melarang kamu kok, kan tujuannya baik, kamu mau kerja ya. Mudah-mudahan dengan begitu kita bisa menikah nantinya ya…” kataku dengan sedikit becanda.
            “Kamu serius Zha? Tapi aku paling nggak pulang sebulan sekali.
            “Ri, aku tuh sayang banget sama kamu, sekarangkan da zaman modern yang jauh aja bisa terkihat dekat, kita bisa telponankan….”kataku dengan sedikit menenangkan.
            Akhirnya pada tanggal 6 Februari 2009, Heri pergi keluar kota untuk kerja.

            Setelah aku mengalami long distance, kini aku merasa lebih sayang…………banget ma Heri, ya….walaupun kata orang long distance banyak tantangannya, tapi Alhamdulillah kami bisa mengatasinya dengan baik. Karena kami yakin dengan rasa cinta, kami akan tetap bersatu dan takkan tergoyahkan oleh apapun.


…………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………..
           
            4 Juli 2009

            Hari ini adalah hari ultahku. Aku bahagia banget karena Heri bisa pulang untuk merayakan ultahku, tapi kali ini hanya aku dan Heri aja yang merayakannya, aku seneng banget. Beberapa bulan lagi kami akan merayakan 2 tahun hari jadian kami. Sebenarnya..aku ingin cepat-cepat menikah dengan Heri, tapi usia kami masih terlalu muda dan aku berharap pada hari jadian kami yang ke 3 tahun nanti, aku mau tunangan dengan Heri dan insya Allah 2 atau 3 tahun lagi Heri akan menikah dengan aku, do’ain ya para pembaca.
            Ya Allah semoga harapan aku ini bisa jadi kenyataan, karena aku sayang banget ma Heri.
            I LUV U Heri..

            Terima kasih ya……
Semoga kisahku ini bisa bermanfaat…
            ‘Sebenarnya masih banyak lagi cerita menarik aku dengan Heri, tapi da malem ni, mau bobok ngantuk….’


            Penulis : Shara H. Rizky / Zahra
            Berdasarkan cerita nyata

Sabtu, 10 Oktober 2009

Lanjut lagi


S. Untuk menyembuhkan sakit mata

      Sekilas ya, sakit mata adalah suatu hal yang remeh, namun dibalik itu amat berbahaya sekali, karena mata adalah sebagai penunjuk arah serta menjadi pelita dalam kehidupan kita.
      Selain kita berobat kepada dokter atau dengan obat-obatan alamiah belum berhasil, maka cobalah resep terapi IIahiyah di bawah ini:
1.      Sediakan piring kaca atau proselin yang putih lagi bersih;
2.      Tulislah piring tersebut dengan ayat di bawah ini , setelah ditulis hapuslah tulisan tersebut dengan air putih yang bersih;
3.      Kemudian air tersebut digunakan untuk diteteskan pada mata yang sakit.

Inilah ayat yang harus ditulis:
“Wa Ayyuuba Idz Naadaa Robbahu Annii Massaniyaa Dhdhurru Waanta Arhamur Roohimiin. Allahumma Asyfirromada Birohmatika Yaa Arhamarroohimiin”.

      T. Untuk menyembuhkan segala penyakit

      Rasulullah Muhammad SAW dalam sebuah haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abu Darda’, bahwasanya Rasulullah pernah bersabda: Barangsiapa di antara kalian menderita sakit, atau saudaranya sakit, maka ucapkanlah:
“Robbunallaahu Al-ladzii Fis Samaa-i Taqoddasa Ismuka Wa Amruka Fis Samaa-i Wal Ardli, Kamaa Rohmatuka fis Sama-i Faj’al Rohmatuka Fil Ardli. Waghfir Lanaa Huubanaa Wakhothooyaanaa. Anta Robbuth Thoyyubiina Anzil Rohmatan Min ‘Indika Wasyifaa-an Min Syifaa-ika ‘Alaa Haadzal Waja’i”.
(Ya Allah ya Tuhan kami adalah Allah, maha suci nama-Mu di langit dan di bumi; sebagaimana rahmat-Mu di langit, maka jadikanlah rahmat-Mu di bumi, dan ampunilah dosa serta kesalahan kami; turunkanlah rahmat dari sisi-Mu dan obat dari obat-Mu atas penyakit ini).

      Maka semua penyakit yang dideritanya dengan izin Allah akan sembuh.


      U. Untuk menyembuhkan orang kesurupan

      Apabila ada tetangga kita atau saudara-saudara dan keluaarga kita yang kesurupan, maka bacakanlah kepada orang tersebut surat Yunus ayat 59 yang kemudian disambung dengan membaca surat Ar-Rahman ayat 35 dan surat Al-Mukminun ayat 108, yang kesemua ayat-ayat itu dibacakan kepada orang yang kesurupan. Dengan pertolongan Allah, orang itu akan segera sembuh.
Inilah ayat-ayat yang harus dibaca:
Surat Yunus ayat 5la9:
“Qul Aro-aitum .Maa Anzalallaahu lakum Min Rizqin Faja’altum Minhu Harooman Halaalaa Qul Aallaahu Adzinalakum Am’ Alaallaahi Taf- Taruun
Surat Ar-Rahman ayat 35:
“Yursalu ‘Alaikumaa Syuwaadhun Min Naarin Wanuhaasun Falla Tan Tashiroon”.

Surat Al-Mukminun ayat 108:
“Qoolakhsa-u Fiihaa Walaa Tukkallimuun”.


      Sebenarnya begitu banyak lagi cara-cara pengobatan terapi IIahiyah ini, namun hanya ini saja yang pernah saya terapkan, dan hasilnya Alhamdulillah. Tapi jika pembaca ingin pengobatan yang lain, saya akan berusaha untuk menambahkan artikel ini.atas perhatiannya, saya ucapkan terim kasih.
                                                   


Lanjut ya....


      P. Obat bisul (jerawat)

      Penyakit bisul adalah bengkak kecil-kecil yang terjadi pada anggota badan. Misalnya wajah, dan kulit. Penyakit tersebut diakibatkan dorongan panas alami, atau karena menginjak dewasa (masa puberitas)
      Untuk mengatasi masalah ini ialah dengan cara mengambil daun sirih. Daun-daun sirih tersebut dipipis atau dipotong hingga halus, kemudian dibubuhkan atau ditaburi pada bisul atau jerawat tersebut sambil berdo’a seperti di bawah ini:
“Allahumma Yaa Mushogh Ghirol Kabiiri, Wamu Kabbirosh Shoghiiri Shoghghir Shoobii”
(Ya Allah Dzat yang mengecilkan yang besar dan membesarkan yang kecil, kecilkanlah apa yang menimpaku)


      Q. Cara untuk mengatasi anak yang rewel dan sukar tidur

      Rewel dan suka menangis serta sukar tidur pada malam harinya adalah perbuatan anak kecil (bayi), dan hal ini sering membuat jengkel hati sang ibu dan ayah.
      Rewel, menangis terus-terusan biasanya anak kecil itu sakit atau di ganggu oleh syaitan/jin. Sebagai reaksinya bahwa sikecil itu sakit, tiada lain jalan yang harus ditempuh kecuali menangis.
      Untuk menghindari dan mengatasi hal yang demikian itu, maka lakukanlah resep IIahiyah di bawah ini, yaitu: tulislah ayat di bawah ini dan tambahkan surat Al-falaq, surat An-naas, pada akhirnya, InsyaAllah dengan cara yang demikian itu Allah mengizinkan sebagai obat kesembuhannya.
      Inilah ayat yang harus ditulis:
“Idzaa Awal Fityatu Ilal Kahfi Faqooluu Robbanaa Aatinaa Min La Dunka Rohmatan Wahayyiklanaa Min Amrinaa Rosyadaa. Fadlorobnaa ‘Alaa Aadzaanihim Fil Kahfi Siniina ‘Adadaa. Wakho Sya’atil Ashwaatu Lir Rohmaani Falaa Tasma’u Illaa Hamsaa”.


      R. Agar cepat dikaruniai Keturunan

      Rasanya hampa apabila kehidupan rumah tangga, khususnya suami istri yang tidak dikaruniai seorang anak, tidak ada penghibur hati dikala panic, sakit, tiada tambatan hati dan penyejuk hati. Rasanya hampa banget ya kalau dalam rumah tangga tidak ada anak-anak.
      Oleh karena itu, apabila seorang istri yang sudah lama menikah tapi belum dikaruniai seorang anak/keturunan, dan ia ingin sekali mempunyai keturunan. Maka tulislah ayat di bawah ini di atas piring, lau dituangi dengan air hujan sehingga menjadi lebur, lalu airnya dibuat minum sang istri tersebut selama 8 hari. InsyaAllah dengan pertolongan-Nya, dalam waktu yang tidak lama istri tersebut akan hamil,wah….senangnya.he99x….
      Inilah ayat tersebut:
“Kaaf Haa Yaa ‘Aiin Shood. Dzikru Rohmati Robbika ‘Abdahu Zakariyyaa. Idz Naadaa Robbahu Nidaa-an Khofiyyaa. Qoola Robbi Innii Wahanal ‘Adhmu Minnii Wasta’alar Roksu Syaiba Walam Akun Bidu’aa-ika Robbi Syaqiyyaa. Wa Innii Khiftul Mawaaliya Min Wa Roo-ii Wakanaatim Roatii ‘Aaqiron Fahab Lii Min Ladunka Waliyyaan. Yaritsunii Wayaritsu Min Aali Ya’quuba Waj’alhu Robbi Rodliyyaa”.


Jumat, 09 Oktober 2009

Pengobatan Islam (Ilahiyah)/ masih lanjutan

K. Untuk mencegah penyakit kolera

Penyakit kolera adalah suatu penyakit yang sangat mudah menularnya. Untuk mencegah dari terjangkitnya penyakit tersebut, selain ditanggulangi dengan pengobatan medis atau secara alamiah, maka seyogyanya kita mencegahnya dengan resep terapi IIahiyah, yakni sesudah shalat shubuh dan maghrib secara rutin membaca surat Yaasin sekali. Setelah sampai pada ayat “Salaamun Qoulam Min Robbir Rohim” diulang-ulangi sampai 28 kali. Setelah selesai membaca surat tersebut, maka diakhiri dengan membaca do’a berikut:
“Allahumma Sallimnaa Minal Aafaati Wal Baliyyaati Wal Aalaamiwal Asqoomi Wad Daa-aatii Wajamii’il Amroodli Wal Wabaa-I Wath Thoo’uuni Birohmatika Yaa Arhamar Roohimiin”.
(Ya Allah selamatkanlah kami dari cobaan dan bencana serta dari segala macam penyakit, waba’, tho’un, sebab rahmat-Mu wahai tuhan yang maha pengasih dan penyayang).


L. Obat sakit mata

Sakit mata selain diobati dengan pengobatan medis dan alamiah, maka seyogyanya kita mengobatinya dengan secara terapi IIahiyah, yakni dengan menulis ayat di bawah ini di atas kertas putih, sesudah itu dilipat dan dikalungkan pada orang yang sakit mata. InsyaAllah dengan pertolongan-Nya akan segera sembuh.
Inilah ayatnya yang harus ditulis;
“Idzhabuu Biqomiishii Haadzaa Fa Alquuhu ‘Alaa Wajhi Abii Yakti Bashiiron Waktuunii Bi Ahlikum Ajma’iin. Fakasyafnaa ‘Anka Ghi Thoo-aka Fabashorukal Yauma Hadiidun”.


M. Obat sakit hati (penyakit hati)

Ayat di bawah ini adalah berkhasiat untuk menyembuhkan sakit hati, baik itu disebabkan karena hatinya sendiri yang sakit atau karena memiliki hati yang dengki terhadap seseorang atau memiliki penyakit hati yang lainnya.
Adapun caranya ialah ayat tersebut ditulis di atas tempat yang terbuat dari tanah (misalnya kendi dan sebagainya) dan tintanya adalah minyak za’faron dan air mawar, lalu dilebur dengan air biasa, kemudian ramuan tesebut diminumkan kepada orang yang bersangkutan. InsyaAllah dengan pertolongan-Nya, penyakit tesebut akan sembuh.
Inilah ayat tersebut:
“Wanaza’naa Maa Fii Shuduurihim Min Ghillin Tajrii Min Tahtihimul Anhaaruu, Qooluu Alhamdulillahil Ladzi Hadaanaa Lihaadzaa Wamaa Kunnaa Linahtadiya Laulaa An Hadaanallaahu Laqod Jaa-at Ruslu Robbinaa Bil Haqqi Wanuuduu An Tilkumul Jannata Uuritstumuuhaa Bimaa Kuntum Ta’maluun”.

N. Obat sakit gusi

Sakit gusi sama dengan sakit gigi. Mereka yang sedang mengalami penyakit ini, tidak bisa merasakan nikmatnya makanan atau minuman.
Untuk menyembuhkan penyakit ini, disamping diobati dengan pengobatan medis atau ramu-ramuan alamiah, seyogyanya kita membaca do’a di bawah ini, supaya rasa nyeri pada gusi lekas sembuh.
Inilah do’a yang harus di baca;
“Allahumma Adzib ‘Anni Suu-a Maa Ajiduhu Wafugsyahu Bida’wati Nabiyyikal Amiinil Makiini”.

O. Obat sakit perut

Sakit perut disamping diobati secara medis atau ramuan alamiah, maka seyogyanya kita bisa menggunakan obat berupa resep IIahiyah, yakni dengan membaca do’a di bawah ini pada tiap-tiap pagi dan sore atau ditulis pada kertas putih, kemudian diberi air dan diminum kepada orang yang menderita sakit. Insya Allah dengan pertolongan-Nya tidak lama lagi rasa nyeri pada perut akan berkurang dan sembuh.
Inilah do’a yang harus dibaca:
“A’uudzu Bi’izzatihi Waqudrotihii Wa’adhomati Hii Innii Dzaalika La-aayaatin Likulli Shobbaa-rin Syakuur. Idz Qoolat Imroona Robbi Innii Nadzartu Laka Maafii Bathnii Muharroron Fataqobbal Minnii Innaka Antas Samii’ul ‘Aliim”.